Membongkar Timbunan Harta Gayus Tambunan

Pegawai pajak rendahan punya kekayaan puluhan milyar, bernama Gayus Tambunan. Lelaki 30 tahun yang diduga menimbun harta dari kasus pajak itu melenggang ke Singapura. Kepergian Gayus itu hanya selang beberapa jam setelah ia memberikan keterangan kepada Satuan Tugas (Satgas) Pemberantasan Mafia Hukum. Dua hari sebelumnya, juga pada Jumat dua pekan lalu, Gayus dimintai keterangan oleh Satgas. Pegawai pajak ini cukup kooperatif, tak ada gelagat bakal kabur.

Gayus menyebut oknum kepolisian, kejaksaan, dan hakim masing-masing kebagian Rp 5 milyar. Pengacaranya disebutkan kebagian Rp 5 milyar.

Gayus tercatat sebagai lulusan Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) tahun 2000. Setamat dari STAN, ia bekerja di lingkungan Ditjen Pajak. Ia dikenal pintar soal laporan keuangan. Pada 2002, Gayus menempati posisi sebagai pelaksana petugas pajak yang mengurusi keberatan pajak dan banding, khusus menyangkut wajib pajak gede.

Sejak ayahnya menikah lagi pada 2002, Gayus –yang juga menikah pada 2002– jarang ke Warakas. Sang ayah pun, sejak 2005, cabut dari situ. Rumah itu dibiarkan kosong dan lapuk. Stiker STAN yang menempel di pintu depan sudah memudar. Adapun Gayus bersama keluarganya belakangan menempati rumah mewah di Kelapa Gading Park View. Rumah tiga lantai di atas tanah 436 meter persegi ini dibelinya Rp 3 milyar pada Agustus 2008. Rumah ini direnovasi dengan biaya hampir setengah milyar rupiah.

Keuangan Gayus yang meningkat pesat itu menjadi gunjingan rekan-rekannya. Apalagi diketahui, pada periode 2008-awal 2009, Gayus –yang menjabat sebagai penelaah di Direktorat Keberatan dan Banding– menangani sedikitnya 51 permohonan banding yang diajukan wajib pajak. Dalam pemeriksaan polisi pada 1 Oktober lalu, Gayus menyebut beberapa wajib pajak yang berhubungan dengannya, antara lain PT Newmont Nusa Tenggara, Honda Trading Indonesia, Prudential Life, dan PT Pelabuhan Indonesia II.

Yang mengherankan, 40 permohonan di antaranya dimenangkan pemohon. Pada waktu itu sudah ada kecurigaan bahwa Gayus memperoleh imbalan atas jasanya membantu memenangkan banding wajib pajak. Direktorat Kepatuhan Internal Transformasi Sumber Daya Manusia (KITSDA) Ditjen Pajak mencatat, Gayus Tambunan bermasalah dalam menangani kasus pajak sejak Maret 2007.

Gunjingan itu makin menjadi-jadi ketika gonjang-ganjing rekening liar milik Gayus berembus di lingkungan Ditjen Pajak, menyusul ditanganinya kasus itu oleh Mabes Polri, tahun lalu. Kasus ini masuk Mabes atas laporan dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) perihal transaksi mencurigakan pada rekening Gayus Tambunan, Maret 2009. PPATK juga melaporkan transaksi mencurigakan pada Juni dan Agustus lalu.

Mantan Kabareskrim Polri Komisaris Jenderal Susno Duadji menyebut jumlahnya sekitar Rp 25 milyar. Namun jumlah persisnya US$ 2.810.000, plus Rp 395 juta. Bareskrim merespons kasus itu. Tapi hanya duit Rp 395 juta yang dicurigai terkait pencucian uang.

Ketua Presidium Indonesia Police Watch, Neta S. Pane, pun menyesalkan antisipasi polisi yang lemah, entah disengaja atau tidak. Menurut Neta, seharusnya polisi mengantisipasinya begitu kasus ini mencuat. “Apalagi, polisi sendiri sudah mengakui bahwa ada kesalahan dalam proses penyidikan kasus itu,” kata Neta.

Neta mendesak agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengambil alih kasus Gayus yang diyakini hanya sebagai puncak gunung es mafia pajak dan mafia hukum di negeri ini. Tapi KPK sepertinya masih “lihat-lihat situasi”, mungkin agak kikuk. Juru bicara KPK, Johan Budi, mengatakan bahwa KPK masih akan berkoordinasi dengan kepolisian dan kejaksaan.

Hari gini, masih ada penilap pajak tidak diusut tuntas, apa kata dunia?

Sumber :: http://www.gatra.com

3 responses to “Membongkar Timbunan Harta Gayus Tambunan

  1. orang pintar yg tdk dilandasi dg agama yg kuat , ilmunya hanya untuk minteri orang lain dan mencari keuntungan untuk diri sendiri….tak peduli orang lain menderita…..astaghfirullah…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s