Permen Karet Timbulkan Kerutan di Wajah

Mungkin ini peringatan bagi Anda yang kerap mengkonsumsi permen karet. Permen karet memang diyakini bisa membuat nafas kita lebih segar bahkan mengalihkan kita dari kebiasaan buruk merokok. Tapi beberapa ahli bedah plastik justru meminta kita menjauhi permen karet. Sebabnya, menurut mereka mengunyah permen karet membentuk kerutan-kerutan di wajah.

“Banyak pasien saya yang merupakan penggemar permen karet, memiliki pola-pola kerutan di sekitar mulut mereka,” ucap Dr. Joel Schlessinger, ahli dermatologi dan bedah plastik dari Omaha, Nebraska. “Itu sebabnya saya mulai berpikir, permen karet menimbulkan kerutan di wajah.” Tambah Dr. Joel.

Meskipun sampai saat ini belum ada penelitian yang memberikan keterkaitan antara permen karet dengan kerutan-kerutan di wajah, namun isu ini sudah merebak di dunia maya seperti blog-blog kecantikan.

Tapi bagi beberapa ahli bedah plastik, mengunyah permen karet bisa merusak jaringan otot di sekitar mulut. Salah satu yang mengamini hal ini adalah Dr. Hema Sundaram, ahli bedah plastik dari Washington DC. Hema menjelaskan saat kita mengunyah permen karet ada gerakan yang kita lakukan berulang-ulang. Gerakan inilah yang kemudian membuat garis yang kemudian membekas di sekitar mulut kita. “Sebab otot diminta untuk melakukan satu gerakan secara berulang-ulang sehingga membentuk satu kontruksi guratan.” Konstruksi guratan muncul karena gerakan otot yang berulang-ulang menurut Sundaram akan merusak beberapa jaringan kulit yang kemudian berkontribusi pada menurunnya elastisitas kulit.

Tapi sebaiknya kita jangan langsung mengamini pendapat mereka, sebab penelitian di Jerman yang dilakukan Oktober 2009 lalu, justru menyimpulkan bahwa mengunyah permen karet membuat kita berkonsentrasi lebih baik dan mengurangi stress.

Sama seperti ilmu menikmati makanan, kita harus menikmati permen karet dalam batas wajar. Sehingga kemungkinan otot-otot sekitar mulut untuk kendur bisa diminimalisir dengan mengunyah permen karet ketika sedang stres atau ingin membuat nafas kembali segar. Artinya Anda tetap bisa mengkonsumsi permen karet namun dalam jumlah yang wajar dan tidak berlebihan.

Sumber :: liputan6.com

Terapi Api Jadi Tren Baru di China

Seorang petugas kesehatan memicu tren baru dalam terapi dengan membungkus pasien dalam selimut yang basah kuyup oleh minyak dan membakar mereka.

Han Li yang mengelola sebuah klinik di Beijing, ibukota China, menjelaskan, “Memang terapi ini kelihatannya berbahaya namun sebetulnya tidak bila dilakukan dengan benar dan sampai saat ini belum pernah ada satu pun pasien kami yang mengalami luka bakar.”

Menurut para pasien, terapi itu memberikan relaksasi total meski api yang berkobar itu jaraknya hanya beberapa centimeter dari kulit mereka yang telanjang.

Li Chanling, 53, salah satu pasien, mengatakan, “Terapi ini menghasilkan sejenis panas yang terjadi dalam diri Anda dan membuat Anda benar-benar santai.”

“Saya mengikuti terapi ini tiga kali dalam seminggu dan ketika kembali ke kantor, saya bisa bekerja dengan lebih relaks dan nyaman,” tambah Li yang berprofesi sebagai pegawai kantoran.

Selain terapi unik di atas, Han juga menawarkan akupunktur dengan jarum berapi untuk merangsang tekanan syaraf dan menangkupkan gelas panas yang ditutup pada kulit pasien.

Sumber :: astaga.com

Cokelat Itu Bikin Cantik dan Sehat!

Coklat, untuk sebagian besar orang, terutama wanita, adalah makanan yang sangat sulit ditolak. Walaupun demikian, masih banyak juga orang yang mengkonsumsi coklat dan kemudian merasa ‘bersalah’. Kenapa? karena mereka beranggapan coklat yang mereka konsumsi itu akan menyebabkan timbulnya jerawat, caries gigi, kenaikan berat badan dan kegemukan, hingga peningkatan kolesterol darah. Intinya, asumsi masyarakat umumnya adalah coklat itu lezat tetapi tidak sehat. Hmm… benarkah begitu?

Kenyataannya, berbagai penelitian dari seluruh dunia justru membuktikan sebaliknya. Sebenarnya mengkonsumsi coklat sangat baik untuk kesehatan. Berpegangan pada fakta tersebut, coklat dapat menjadi bagian dari gaya hidup yang memberi kita kecantikan, energi, usia panjang, dan berkurangnya risiko terserang penyakit. Apakah hal ini terdengar tidak mungkin di telinga Anda? Semoga ulasan berikut ini dapat membuka pemikiran Anda.

Sebelum Anda berhenti membaca dan bergegas pergi untuk membeli sekotak coklat, ada beberapa hal penting yang perlu Anda ketahui tentang coklat. Pertama, tidak semua coklat itu sama! Beberapa jenis coklat bermanfaat bagi Anda, beberapa bersifat netral, dan yang lainnya lagi tidak terlalu baik untuk kesehatan Anda.

Secara umum, kita ketahui ada tiga jenis coklat, yaitu:

  • Dark Chocolate atau coklat hitam, adalah yang kandungan coklatnya paling tinggi dibandingkan Milk Chocolate dan White Chocolate
  • Milk Chocolate atau coklat susu, memiliki komponen penyusun yang sama dengan coklat hitam, dengan tambahan susu
  • White Chocolate atau coklat putih, terbuat dari mentega kokoa dan tidak mengandung kokoa padat sama sekali, sehingga bukan merupakan coklat yang sesungguhnya

Karena harga cocoa liquor sangat mahal, ada kecenderungan untuk menggantinya dengan bahan yang lebih murah, umumnya gula. Cara lain yang biasa digunakan untuk mengurangi biaya pembuatan coklat adalah dengan menggunakan vegetable oil untuk menggantikan mentega kokoa. Coklat yang dibuat dari bahan berkualitas rendah (biasanya dijual dengan harga murah) inilah yang tergolong tidak baik untuk kesehatan.

Para ahli mengatakan bahwa dalam coklat terkandung flavonoid (polifenol), senyawa antioksidan yang melindungi tubuh dari serangan radikal bebas. Radikal bebas dapat menyebabkan kerusakan arteri, memicu timbulnya plak (substansi lemak) pada dinding pembuluh darah, yang selanjutnya akan menyebabkan terjadinya aterosklerosis. Adanya antioksidan juga membantu menurunkan kadar kolesterol jahat LDL (Low Density Lipoprotein) serta meningkatkan kadar kolesterol baik HDL (High Density Lipoprotein).

Coklat sering disebut-sebut sebagai kudapan yang tinggi kandungan lemaknya. Hal ini memang tidak salah, tetapi penting diingat bahwa lemak yang terdapat dalam coklat tidak mengandung kolesterol karena berasal dari tumbuhan. Sepertiga dari lemak dalam coklat merupakan asam oleat, jenis lemak yang sama dengan yang terdapat pada minyak zaitun (dan kita tahu minyak zaitun baik untuk kesehatan!). Lain halnya dengan coklat berkualitas rendah yang dibuat dengan menambahkan vegetable oil (minyak sayur terhidrogenasi), umumnya mengandung lemak trans yang tidak baik bagi kesehatan dan sedapat mungkin dihindari.

Dark chocolate memiliki kandungan coklat yang lebih tinggi dibandingkan Milk Chocolate dan White Chocolate, oleh karenanya memiliki kandungan antioksidan yang lebih tinggi pula. Konsumsi sejumlah kecil Dark chocolate setiap harinya dapat memperbaiki aliran darah, sehingga membantu menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi. Selain itu, konsumsi Dark chocolate juga dapat meningkatkan sensitivitas insulin, sehingga menurunkan risiko terkena diabetes.

Dark chocolate mengandung senyawa antioksidan yang serupa dengan yang terdapat dalam teh, anggur merah, sayuran, serta buah-buahan, dengan jumlah yang lebih besar. Dalam Journal of Agriculture Food and Chemistry (1999) disebutkan bahwa kadar antioksidan dalam coklat sebenarnya lebih tinggi daripada teh. Penelitian yang dilakukan para ilmuwan di National Institute of Public Health and The Environment di Belanda (1999) membuktikan bahwa kadar polifenolik dalam coklat dapat empat kali lebih tinggi daripada teh. Selain memiliki kadar antioksidan yang lebih tinggi daripada teh dan anggur merah, coklat juga memiliki kadar kafein yang lebih rendah serta tidak mengandung alkohol. Kandungan antioksidan dalam coklat dibandingkan dengan beberapa bahan pangan lainnya dapat dilihat pada diagram di bawah ini.

Begitu banyak studi yang dilakukan terhadap dark chocolate telah membuktikan manfaatnya bagi kesehatan kita. Bagaimana dengan milk chocolate?

Para peneliti menemukan bahwa keberadaan susu dalam coklat akan menghambat aktivitas polifenol (antioksidan), sehingga akan mengurangi manfaat kesehatan yang kita peroleh. Selain itu, penambahan susu dalam coklat juga berarti penambahan kandungan lemak dalam coklat, termasuk kolesterol yang terkandung dalam susu.

Para ahli menyarankan untuk mengkonsumsi sejumlah kecil coklat setiap harinya, bukannya mengkonsumsi langsung dalam jumlah besar. Hal ini dikarenakan kandungan nutrisi yang tinggi dalam coklat, di antaranya lemak jenuh dan gula, yang apabila dikonsumsi langsung dalam jumlah besar dapat memicu kenaikan berat badan. Apabila memungkinkan, lebih disarankan untuk memilih coklat berkualitas tinggi yang rasa dan teksturnya lebih ‘rich’ (dan harganya juga tentunya lebih mahal) karena lebih nikmat saat meleleh perlahan di mulut dan tidak perlu jumlah banyak untuk memuaskan Anda.

Sering timbul pertanyaan “seberapa banyak kita boleh mengkonsumsi coklat?”

Tidak ada anjuran gizi yang pasti untuk ini. Prinsip gizi sebenarnya mudah, yakni makanlah segala jenis makanan secara moderat. Masalah gizi umumnya timbul bila kita makan terlalu banyak atau terlalu sedikit. Studi yang dilakukan di Harvard University menunjukkan bahwa jika Anda mengkonsumsi coklat dengan aktivitas fisik yang cukup dan makan dengan menu seimbang, maka masalah kegemukan akibat konsumsi coklat tidak perlu terlalu dikhawatirkan. Menurut Dr. John Ashton, Ph.D. dalam bukunya yang berjudul A Chocolate A Day Keeps The Doctor Away (2001), 50gram coklat adalah jumlah maksimal yang direkomendasikan setiap harinya.

Suatu penelitian yang dimuat dalam jurnal bergengsi American Journal of Clinical Nutrition (1994) menyebutkan bahwa coklat rata-rata menyumbangkan hanya 0,7 − 1,4% dari total asupan energi kita setiap harinya. Jadi, hanya dari data ini saja, kita dapat melihat bahwa konsumsi coklat rata-rata seseorang tidak menjadi penyebab kelebihan berat badan. Selain itu, coklat juga diklasifikasikan ke dalam makanan dengan kisaran nilai GI (Glycemic Index) rendah, yakni kurang dari 50 unit. Pada makanan dengan nilai GI rendah, glukosa akan dilepas secara perlahan ke dalam darah pada tingkat yang dapat digunakan oleh sel-sel dalam tubuh sebagai energi. Saat kita menyantap makanan dengan nilai GI rendah, salah satu alasan mengapa kita sulit menaikkan berat badan adalah karena tubuh kita menggunakan energi ini dan tidak menyimpannya sebagai kelebihan lemak.

Anda tentu sudah sering mendengar mitos yang mengatakan bahwa coklat menyebabkan jerawat. Berbagai penelitian di seluruh dunia telah dilakukan terkait hal ini tetapi tidak ditemukan bukti ilmiah yang dapat membuktikan kebenarannya. American Dietric Association pada jurnal konsumen Complete Food and Nutrition Guide edisi 1996 mengungkapkan bahwa anggapan coklat sebagai penyebab jerawat hanyalah mitos. Perubahan hormonal selama masa remaja-lah yang menjadi penyebab umum munculnya jerawat, bukan coklat.

Terkait mitos yang mengatakan bahwa konsumsi coklat menyebabkan karies gigi, Dr. Martin Vizom pada Department of Pediatrics Dentistry di Leeds Univesity, Inggris, dalam Chocolate and Cocoa: Health and Nutrition, menyatakan bahwa kokoa dalam coklat mengandung bahan kimia alami yang menghambat pelepasan asam yang merusak gigi. Antioksidan yang terdapat dalam coklat juga dapat menghambat pembentukan plak gigi. Selain itu, adanya faktor lain dalam coklat justru membuat email gigi menjadi resisten atas serangan asam.

Jadi, kita kini tahu bahwa setidaknya coklat masih merupakan pilihan yang lebih sehat daripada camilan-camilan lainnya yang kadar gula dan kalorinya tinggi, namun rendah nilai gizinya.

Nah, sudah tahu coklat mana yang baik untuk Anda?

Sumber :: http://woman.kapanlagi.com

Keringat Perempuan Dapat Menarik Perhatian Pria

Setiap orang menghasilkan bau keringat yang khas. Penelitian terbaru menemukan keringat menyimpan informasi tentang gen yang dimiliki seseorang, dan disinyalir mampu menarik perhatian lawan jenis.

Penelitian yang dilakukan oleh tim dari University of Western, Australia mempelajari hampir 150 DNA mahasiswa dan mendata kehidupan percintaan mereka.

Gen yang diteliti disebut Histocompatibility (MHC). Gen ini berpengaruh pada sistem kekebalan tubuh seseorang. Semakin variatif gen MHC, semakin kuat sistem imun orang tersebut, dan kadar gen ini dapat “tercium” lewat keringat.

Hasil penelitian menunjukkan perempuan dengan kadar gen HMC yang variatif mempunyai pasangan seksual lebih banyak.

Namun belum dapat dipastikan kenapa perempuan dengan kadar gen MHC melimpah ini lebih sukses meraup pasangan seksual. Ada beberapa kemungkinan yang perlu penelitian lebih lanjut.

Alternatif kemungkinan tersebut adalah perempuan dengan gen MHC variatif secara alami lebih suka berteman, atau lebih aktif mencari pasangan seksual, atau karena perempuan ini lebih mudah memilih pasangan yang nyaman untuk dirinya.

Kemungkinan terbesar adalah perempuan dengan gen HMC variatif mengisyaratkan pada lawan jenis akan menghasilkan keturunan yang memiliki sistem kekebalan tubuh kuat.

Penelitian yang dimuat dalam The Journal Animal Behaviour Reports ini merupakan pengembangan dari penelitian terdahulu yang menemukan kecenderungan seseorang untuk mencari pasangan dengan bau keringat yang berbeda dengan dirinya.

Kecenderungan ini merupakan langkah alami untuk menghindari terjadinya perkawinan dengan kerabat atau kesamaan genetis.

Tapi penelitian ini berlaku hanya untuk perempuan. Jadi kaum perempuan, terkadang keringat itu tidak selalu menjadi masalah.

Stress? Yuk Berpelukan!

Bagi orang Indonesia, berpelukan masih termasuk hal yang tabu untuk dilakukan, kecuali bagi pasangan suami istri. Pelukan bisa diartikan sebagai dukungan dan dapat menjadi sumber kekuatan di saat kita menghadapi masalah. Pelukan juga dapat diartikan sebagi ajakan untuk berdamai.

Berbagai riset menyebutkan, berpelukan bisa menyembuhkan masalah fisik dan emosional, bahkan bisa mengatasi stres dan depresi. Seperti sebuah riset yang digagas Dr Harold Voth, senior psikater dari Kansas, Amerika Serikat, menyebutkan berpelukan mampu mengusir depresi, mentune-up sistem kekebalan tubuh, tidur lebih nyenyak, dan awet muda.

Bahkan ada sebuah lembaga yang khusus mengkoordinir ‘pelukan gratis’ (Free Hug) di jalanan bagi mereka yang membutuhkan. Meski di beberapa negara kampanye Free Hug ini terganjal regulasi pemerintah, seperti di Cina, yang menganggap pelukan sebagai tradisi asing. Bahkan pemerintah Cina, Oktober 2006 lalu membubarkan aksi pelukan di pusat kota bisnis Xi’an, dan melarang kampanye pelukan di jalanan.

Bagaimana berpelukan bisa memberikan efek yang demikian hebat?

Ketika berpelukan, tubuh melepaskan oxytocin, hormon yang berhubungan dengan perasaan cinta dan kedamaian yang bekerja menekan hormon penyebab timbulnya stress (hormon cortisol dan hormon norepinephrine). Sehingga akhirnya, tentu saja bisa memberikan kontribusi untuk kesehatan jantung dan pikiran.

Dalam kehidupan nyata, hormon oxytocin ini akan tercipta dalam sebuah hubungan sehat yang tidak sering diwarnai pertengkaran ataupun kekerasan. Seperti kita ketahui, tidak semua orang memiliki hubungan yang membahagiakan, karena itu kualitas sebuah hubungan bisa menjadi tolak ukur kesehatan seseorang. Dari hasil penelitian menunjukkan, perempuan yang tidak bahagia dalam hubungan asmara atau pun dalam pernikahan, memiliki kecendrungan lebih tinggi untuk terkena serangan jantung.

Mengapa perempuan? Karena ternyata oxytocin lebih memiliki kedekatan dengan hormon estrogen yang diproduksi perempuan, sehingga menyebabkan, perempuan lebih responsif saat memeluk pasangannya ketimbang laki-laki.

Apakah Anda saat ini lagi stres berat? Mungkin karena masalah pekerjaan, keluarga. Ayo, carilah orang yang bisa Anda ajak berpelukan! Berpelukan tak harus dengan pasangan, bagi Anda yang masih menjomblo, berpelukan dengan sahabat atau saudara Anda tak ada salahnya bukan? Paling tidak Anda bisa merasa nyaman dan terlindungi untuk beberapa saat.

Tertawa Memperpanjang Usia Anda!

Mehmet C. Oz, M.D., sebagai seorang ahli bedah jantung di New York-Presbyterian Hospital dan di Columbia University Medical Centre, New York, seringkali harus memberikan kabar buruk kepada pasien ataupun keluarga yang menunggu. Salah satu cara yang dia gunakan untuk meringankan beban adalah dengan menggunakan humor.

Humor adalah alat bantu yang sangat kuat. Humor membantu pasien mengatasi ketakutan yang mereka hadapi, dan membantu agar mereka juga merasa lebih baik. Banyak sekali data yang menunjukkan bahwa pasien yang menderita depresi setelah operasi jantung memiliki tingkat kematian yang tinggi, sedangkan pasien yang optimis memiliki infeksi luka yang lebih sedikit. Tawa dapat memperkuat optimisme, dan tawa benar-benar obat terbaik.

Tawa mengurangi rasa takut. Banyak orang takut akan tubuh mereka sendiri, dan humor dapat membuka dan menghancurkan hambatan ini, dan membawa ketakutan yang ada pergi. Mehmet pernah harus mengatakan kepada para pasien bahwa akan ada kemungkinan kemampuan belajar mereka akan sangat berkurang setelah operasi dilakukan. Mereka ketakutan, takut akan kemungkinan terburuk, jadi dia mencoba bercanda dan mengatakan bahwa efek yang terjadi sih nggak jauh dari sekedar lupa pelajaran SD kelas dua. Banyak orang mengerti apa artinya, dan membuat hal itu tidak tampak mengerikan lagi buat mereka.

Tawa membantu untuk meyakinkan. Setelah operasi, banyak pasien yang akan berkata: “Dok, dada saya sakit sekali,” dan Mehmet pun akan menjawab, sambil mengedipkan mata saya akan menjawab, “Ooo rasanya kaya dada kamu abis dibuka, terus ada orang yang macam-macam di dalem kan?” kemudian tertawa. Hal ini meyakinkan mereka bahwa rasa sakit yang mereka alami sangat normal dan mereka akan baik-baik saja.

Tawa membuat Anda merasa rileks. Prosedur medis semacam pembedahan sangat membuat Anda stres. Ketika Anda memaksa salah satu anggota badan anda mencapai maksimal, terkadang akan ada sedikit selip di sana sini. Sehingga akan muncul detak jantung yang kacau, tekanan darah meningkat, dan sensitifitas terhadap rasa sakit akan meningkat pula. Pada saat Anda tertawa, sistem syaraf yang ada akan secara otomatis menurunkan tingkat stres yang ada, sehingga jantung akan rileks, dan detak jantung kembali normal.

Tawa membantu dokter Anda. Bayangkan jika Anda harus membawa berita buruk terus-terusan. Bagi banyak dokter, cara mengatasi ketegangan ini adalah dengan membuang sisi kemanusiaan mereka. Humor pada umumnya akan membantu Anda mengatasi hal ini, dan humor akan membuat Anda menikmati hidup!

Jadi, sudahkah Anda tertawa hari ini?

Sumber :: kapanlagi.com

Senam Aerobik; Tubuh Sehat, Langsing pun Dapat

Rutinitas olahraga yang itu-itu saja kerap menjenuhkan. Sehingga tak jarang membuat kita berhenti di tengah jalan. Tapi jangan menyerah, coba ganti dengan cara lain. Lakukan olahraga yang tak menjenuhkan dan penuh kreasi, senam aerobik misalnya. Dengan iringan musik, olahraga ini tak hanya membuat tubuh sehat, tapi juga menjadi ‘terapi’ melangsingkan tubuh dengan tepat.

Senam aerobik merupakan gabungan gerakan-gerakan yang energik dan selalu kreatif. Gerakannya selalu berubah-ubah tidak dominan hanya pada satu gerakan saja membuat orang yang melakoninya tidak jenuh. Apalagi sembari mendengarkan musik, senam pun jadi tambah semangat.

Latihan aerobik memberi banyak manfaat, antara lain meningkatkan daya tahan jantung, paru-paru, menguatkan otot-otot tubuh, kelenturan, dan membakar kalori. Senam sembari mendengarkan musik memberi efek yang teramat positif selain memompa semangat juga memberi rasa rileks.

Inilah yang dikatakan Rino selaku instruktur senam aerobik didampingi Herlina, Rusmini dan Ginta pengelola Enjoy Fitness Centre yang berlokasi di Jalan Pancur Batu Nomor 4 Simpang Jalan Bandar Baru Medan.

Pria yang sudah hampir 20 tahun menjadi instruktur ini mengatakan senam aerobik kian menjadi tren saja di Kota Medan. Terbukti dari makin menjamurnya pusat-pusat fitness centre.

Pada dasarnya semua olahraga sama manfaatnya. Hanya saja gerakan yang monoton kerap membuat bosan sehingga ditinggalkan. Berbeda dengan olah tubuh lainnya, senam aerobik kreatif dan penuh variasi.

Seperti senam SKJ yang sering dimainkan semasa sekolah dulu. Memang senam yang menggunakan musik tetapi gerakannya yang monoton dan sudah terprogram amat berbeda dengan senam aerobik yang menciptakan gerakan-gerakan berbeda sesuai alunan musik. “Setiap instruktur mempunyai kreasinya sendiri, kreasi inilah yang akan diberikan kepada murid-muridnya,” papar Rino saat ditemui Global.

Contohnya saja di Enjoy Fitness Centre yang memiliki 16 instruktur memberi nuansa berbeda di tiap kelasnya. Setiap kelas diselingi dengan instruktur memiliki kreasi berbeda. Belum lagi musik yang diputar senantiasa berganti. Dari mulai musik rock and roll, disco, country dan dangdut tidak membuat peserta jadi jenuh. “Intinya bagaimana menjadikan olahraga sarana yang menyenangkan bahkan menghilangkan stres,” papar Rino.

Hindari Obat Pelangsing

Rino melanjutkan, idealnya waktu bersenam ria tergantung motivasi masing-masing. Jika untuk menurunkan berat badan, baiknya dilakukan setiap hari dalam kurun waktu 60 menit. Sedang untuk menjaga stamina sehatnya dilakoni 60 menit setiap tiga kali seminggu. Tapi tentunya tak semata senam aerobik, konsumsi makanan pun tetap harus dijaga.

Kurun waktu 60 menit dibagi atas tiga sesi. 20 menit pertama untuk pemanasan guna menghindari cedera otot. 20 menit kedua diisi dengan gerakan inti dan sisanya peregangan yang berfungsi untuk mengembalikan otot-otot yang tegang.

Senam aerobik dapat dilakukan oleh semua kalangan usia. Untuk anak-anak tak perlu khawatir karena senam untuk anak tentunya tak sama dengan orang dewasa. Dan disarankan menggunakan jasa instruktur sebagai penuntun gerakan.

Diakui Rino, dewasa ini banyak beredar obat-obatan pelangsing yang menjanjikan berat badan turun dengan cepat. Dikatakannya obat-obatan tersebut selayaknya dihindari, karena amat berbahaya bagi tubuh. “Kandungan bahan kimianya dapat membahayakan ginjal,” paparnya.

Bagaimana pun juga resep aman memiliki tubuh sehat dan langsing adalah dengan berolahraga. Tak jarang orang jenuh dengan olahraga sehingga mau praktisnya saja. Tetapi metode seperti itu tidak selalu sehat, bahkan bisa-bisa malah mendatangkan penyakit. Oleh karenanya carilah olahraga yang kaya variasi agar tidak membosankan. Ya salah satunya adalah senam aerobik.

Sumber :: http://www.harian-global.com